<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SJS</title>
	<atom:link href="http://anton3ab.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anton3ab.wordpress.com</link>
	<description>Perlu usaha &#38; pengorbanan untuk sebuah keberhasilan......</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Feb 2008 14:09:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anton3ab.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SJS</title>
		<link>http://anton3ab.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anton3ab.wordpress.com/osd.xml" title="SJS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anton3ab.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PSIKOLOGI DAN FILOSOFI HIDUP</title>
		<link>http://anton3ab.wordpress.com/2007/11/13/hello-world/</link>
		<comments>http://anton3ab.wordpress.com/2007/11/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 07:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aNt0n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anton3ab.wordpress.com&amp;blog=2112583&amp;post=1&amp;subd=anton3ab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua<br />
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,<br />
prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda<br />
di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap<br />
orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan<br />
mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.</p>
<p>Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun<br />
prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai<br />
tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini<br />
tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya<br />
seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang<br />
ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa<br />
seseorang dalam menjalani hidupnya.</p>
<p>Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun<br />
psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup.<br />
Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui<br />
kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas<br />
cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh<br />
cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat<br />
diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural,<br />
metafisika, filsafat dsb.</p>
<p>Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai<br />
panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar.<br />
Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup<br />
dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan<br />
sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi<br />
hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,<br />
kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi<br />
hidupnya, yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang<br />
keras.</p>
<p>Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau<br />
prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak berusaha<br />
mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang<br />
baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang<br />
yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya<br />
dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup<br />
dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan<br />
tidak melampaui, ia berada di tengah-tengah. Orang yang kuat adalah<br />
orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia<br />
mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh<br />
filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa<br />
lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.<br />
Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga<br />
dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah,<br />
jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa<br />
sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun<br />
kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari<br />
itulah yang penting.</p>
<p>Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itu baik dan<br />
bersih. Pada saat seseorang dalam keadaan tenang, ia membuat<br />
berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan<br />
timbul beberapa hambatan dari luar dirinya atau adanya pengaruh dari<br />
lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar<br />
dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan<br />
baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip<br />
hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa<br />
berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik.<br />
Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi<br />
seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal<br />
menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada<br />
saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada<br />
saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini,<br />
jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa<br />
yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu<br />
hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia<br />
menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi<br />
hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak<br />
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia<br />
susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan<br />
dari luar dirinya.</p>
<p>Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir<br />
jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut<br />
dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing<br />
negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan<br />
filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang<br />
kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam<br />
berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan<br />
dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato dan Socrates.<br />
Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu<br />
pengetahuan, maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu<br />
psikologi, Bapak Sigmud Frued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi<br />
yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan.<br />
Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa<br />
untuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari<br />
segala sesuatu, meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan<br />
filsafat tidak bisa dipisahkan dan sebaliknya. Banyak tokoh<br />
psikologi yang semula mempelajari filsafat kemudian melanjutkan<br />
pengetahuannya ke bidang psikologi.<br />
Beberapa kata kutipan yang diambil da<br />
ri kedua tokoh ini, yakni :</p>
<p>” Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan, itulah yang kau<br />
sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan di mana<br />
orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi<br />
(Socrates)”.<br />
Dan,</p>
<p>” Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yang berfikir, tidak<br />
percaya (Sigmud Frued)”.</p>
<p>Disini dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studi banding antara kedua<br />
ilmu tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segala sesuatu<br />
menurut perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut<br />
mempunyai suatu kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas<br />
mengenai asal mulanya sesuatu yang pasti ada hubungannya dengan<br />
manusia dan alam sekitarnya.</p>
<p>Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan seorang Sigmund Frued<br />
membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini mempunyai kaitan yang<br />
cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh Socrates mengenai<br />
kebahagiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ilmu<br />
psikologi yang diberikan oleh Sigmund Frued mengenai pikiran (alam<br />
sadar atau alam bawah sadar) dapat dijadikan landasan seseorang<br />
untuk mencapai kebahagiaan.</p>
<p>Oleh sebab itu, seseorang yang mempelajari psikologi maupun<br />
tidak, harus memiliki satu tujuan hidup atau filosofi hidup agar<br />
bisa berkembang, dan seseorang yang mempelajari filsafat maupun<br />
tidak, harus memperhatikan apakah dan bagaimanakah agar filosofinya<br />
dapat diterapkan dengan baik dan benar sehingga mempunyai<br />
psikologis/jiwa yang sehat untuk maju dan berhasil.</p>
<p>“Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentang segala sesuatu,<br />
maka itulah inti pengetahuan’.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anton3ab.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anton3ab.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anton3ab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anton3ab.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anton3ab.wordpress.com&amp;blog=2112583&amp;post=1&amp;subd=anton3ab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anton3ab.wordpress.com/2007/11/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9fed0303cc7bf0f0d98a71702c790848?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aNt0n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
